7 Gunung di Indonesia yang Mitosnya Punya Pasar Setan

7 Gunung di Indonesia yang Mitosnya Punya Pasar Setan

jobbee.work, Jika kita berbicara tentang pasar, mungkin yang terlintas di benak kita adalah hiruk pikuk aktivitas jual beli antara pedagang dan pembeli. Baik itu jualan sayur mayur, buah, maupun barang elektronik semuanya bisa ditemukan di pasar.

Namun, pasar bukan sekadar tempat transaksi komersial; hal ini juga mencerminkan lokasi yang strategis sehingga memudahkan pendistribusian barang bagi konsumen dan produsen. Namun bayangkan jika pasar tidak berada di tengah pemukiman penduduk dan transaksinya tidak melibatkan manusia.

Terungkap, di Indonesia ada pasar yang punya reputasi menakutkan. Meskipun pasar secara umum dianggap sebagai pusat kegiatan ekonomi dan sosial yang ramai, terdapat pasar tertentu yang mengusung aura misteri dan ketegangan.

Pasar yang terletak di lokasi yang jauh dari pemukiman penduduk mempunyai identitas yang unik. Bagaimana pasar ini beroperasi, siapa yang bertransaksi di sana, dan apa yang dijual merupakan pertanyaan menarik.

Apakah pasar merupakan tempat terjadinya aktivitas supranatural atau adakah yang unik dari sistem transaksi yang melibatkan entitas non-manusia?

1. Pasar Bubrah Gunung Merapi

Gunung Merapi yang terletak di tengah Pulau Jawa melintasi beberapa kabupaten menghadirkan pemandangan spektakuler dan rangkaian lereng memanjang. Secara administratif gunung ini berada di bawah Kabupaten Sleman di Daerah Istimewa Yogyakarta di sebelah selatan, Magelang di sebelah barat, Boyolali di utara dan timur, serta Klaten di sebelah tenggara.

Merapi dikenal sebagai gunung berapi teraktif di Indonesia, ancaman letusan selalu mengintai sehingga selalu menjadi objek penelitian dan pemantauan. Pasar Bubrah yang terletak tepat di bawah puncak Gunung Merapi menyuguhkan suasana unik dengan lapangan terbuka dan bebatuan sisa letusan.

Karena pendaki dilarang mendirikan tenda di puncak, maka Pasar Bubrah menjadi lokasi camping dan pos pendakian terakhir. Uniknya, meski disebut ‘pasar’, namun transaksi jual beli di sini tidak dalam arti harfiah. Pasar Bubrah dikenal sebagai pasar besar di Istana Merapi, dengan banyaknya kios dan penjual yang dipercaya sebagai makhluk halus penjaga Gunung Merapi.

Sebuah tradisi menarik muncul ketika para pendaki mendengar suara-suara tersebut. Mereka sering melempar koin ke tanah dan mengumpulkan kerikil di sekitarnya. Amalan ini dianggap sebagai cara untuk memperoleh keberuntungan dan menghormati makhluk halus yang dianggap sebagai penjaga Gunung Merapi.

2. Pasar Dieng, Gunung Lawu

Gunung Lawu menawarkan pengalaman pendakian unik dengan lapak tertinggi di Indonesia yang berdiri kokoh di ketinggian 3.105 meter di atas permukaan laut. Warung yang dikelola oleh seorang wanita tangguh bernama Mbok Yem ini menjadi favorit para pendaki penakluk puncak Gunung Lawu.

Keberadaan warung ini menjadi tempat beristirahat yang nyaman sekaligus sarana mendapatkan perlengkapan pendakian dengan ketinggian yang cukup mencengangkan. Namun dibalik kepopuleran Mbok Yem dan kios tertingginya, Gunung Lawu menyimpan cerita mistis dengan adanya Pasar Setan atau dikenal dengan Pasar Dieng.

Terletak di pos 5 yang dapat ditempuh sekitar 70 menit dari pos 4 pada jalur pendakian melalui Candi Cetho, pasar ini menghadirkan pengalaman unik bagi para pendaki. Saat melintasi Pasar Setan, pendaki mungkin akan mendengar suara yang bertanya, “Kamu beli apa, Kak?”

Menurut kepercayaan masyarakat setempat, pendaki diharapkan menjawab seolah-olah sedang melakukan transaksi pembelian barang, seperti tanah, batu, dedaunan, dan benda-benda lain yang ada di sekitar. Ritual selanjutnya adalah melempar uang ke arah suara yang didengar.

Dipercaya jika pendaki tidak melakukan ritual ini, maka dapat membawa sial dalam perjalanan pendakiannya.

3. Pasar Setan Gunung Salak

Gunung Salak yang namanya ‘salak’ diambil dari bahasa Sansekerta yang berarti perak, tidak hanya merupakan puncak alam yang megah, namun juga memiliki makna mistis yang mendalam menurut kepercayaan masyarakat Sunda.

Bagi masyarakat Sunda, Gunung Salak dianggap sebagai gunung suci, apalagi dianggap sebagai tempat menghilangnya Prabu Siliwangi, pendiri Kerajaan Padjadjaran. Mitos seputar gunung ini juga mencakup kepercayaan bahwa Gunung Salak adalah tempat turun dan bersemayamnya suku Baratas dari Kayangan.

Salah satu cerita seram yang beredar terkait Pasar Setan Gunung Salak, tempat seorang pendaki membeli pisang goreng. Namun beberapa saat kemudian, ia menyadari tak ada seorang pun yang berjualan, apalagi yang menjual pisang goreng. Beruntung pendaki tersebut masih bisa kembali ke teman-temannya meski sudah menyantap makanan dari alam baka.

Pasar Setan Gunung Salak dengan kisah mistisnya menambah rasa misteri dalam pengalaman mendaki gunung ini. Seolah-olah ada semacam batas tipis antara dunia nyata dan dunia gaib di sekitar gunung ini, sehingga menciptakan daya tarik dan minat tersendiri bagi para petualang yang mencari pengalaman unik di tengah keindahan alam yang menawan.

4. Pasar Setan Gunung Arjuno

Gunung Arjuno, gunung tertinggi ketiga di Jawa Timur setelah Semeru dan Raung, menjadi destinasi populer bagi para pendaki yang mencari tantangan dan keindahan alam yang luar biasa. Terletak di perbatasan Kota Batu, Kabupaten Malang, dan Kabupaten Pasuruan, gunung ini berada di bawah pengelolaan Taman Hutan Raya Raden Soerjo.

Jalur pendakian ini menyuguhkan panorama menakjubkan dan atraksi wisata menarik sehingga memberikan pengalaman tak terlupakan bagi pengunjung. Namun dibalik keindahan dan keunikan Gunung Arjuno, terdapat cerita mistis yang menyelimuti keberadaannya.

Disebut Pasar Setan, lokasi ini konon terletak di padang savana Gunung Arjuno yang luas. Pasar ini muncul pada malam hari dan menghilang keesokan harinya. Banyak pendaki yang melaporkan mendengar keramaian seperti pasar pada umumnya, sehingga menimbulkan aura misteri di ketinggian gunung.

Salah satu cerita terkenal menceritakan tentang seorang pendaki yang membeli jaket di pasar setan ini. Meski jaket tersebut tetap berada di sana keesokan paginya, perubahannya dikatakan telah berubah menjadi dedaunan, meninggalkan jejak keanehan yang membingungkan.

5. Pasar Setan Gunung Merbabu

Pasar Setan Gunung Dieng yang terletak di jalur pendakian menuju puncak Kenteng Songo menawarkan pengalaman unik bagi para pendaki yang berani menjelajahi keindahan alam sekaligus berinteraksi dengan kepercayaan lokal yang berkembang.

Lokasi ini tidak hanya menjadi tempat melepas penat para pendaki sebelum mencapai puncak, namun juga menjadi tempat berkemah yang strategis. Meski belum banyak cerita yang menceritakan secara detail tentang Pasar Setan, namun kisah mistis para pendaki yang melewati kawasan ini memberikan sentuhan keunikan dan keseraman.

Beberapa cerita mistis yang berkembang di sekitar Pasar Setan Gunung Dieng melibatkan pengalaman para pendaki yang menempuh jalur tersebut. Beberapa di antara mereka melaporkan mendengar adanya kerumunan seperti aktivitas pasar pada umumnya, sehingga menimbulkan suasana misterius di tengah malam.

Bunyi-bunyian tersebut terkadang dibarengi dengan kemunculan suatu kawasan seperti pasar tradisional sehingga membuat pendaki serasa memasuki dunia lain.

6. Pasar Anjaya antara Gunung Lompobattang dan Gunung Bawakaraeng

Pasar Anjaya, terletak di tengah hutan Sulawesi Selatan, menjadi destinasi yang menarik perhatian para petualang dengan lokasinya yang strategis di antara gunung Lompobattang dan gunung Bawakaraeng.

Kawasan ini menawarkan tanah lapang yang dikelilingi oleh hutan yang luas, menyajikan panorama alam yang memukau. Namun, di balik keindahannya, terselip kisah mistis yang membuat bulu kuduk merinding.

Para pendaki diberitahu untuk tidak mendirikan tenda di sini karena diyakini bahwa hal tersebut dapat membuka pintu bagi mereka untuk mendengar suara gemuruh keramaian dari pasar setan yang tersembunyi.

Dikatakan bahwa para pendaki yang mencoba mendirikan tenda di sana akan mengalami pengalaman yang cukup menyeramkan, terutama karena mereka dapat terpapar suara-suara keramaian pasar setan yang tak terlihat dengan mata manusia.

7. Pasar Setan Gunung Argopuro

Gunung Argopuro, selain dikenal sebagai gunung dengan jalur pendakian panjang di pulau Jawa, juga terkenal dengan reputasi mistisnya, terutama yang berkaitan dengan Pasar Setan. Para pendaki yang beruntung mungkin akan merasakan pengalaman unik saat mendaki gunung ini.

Suara-suara keramaian layaknya pasar bisa terdengar pada siang hari, memberikan atmosfer yang ajaib. Namun, sesuatu yang menarik terjadi saat para pendaki mendekati sumber suara tersebut. Saat mendaki, suara keramaian dari Pasar Setan Argopuro akan secara misterius menghilang.

Pasar Setan Gunung Argopuro memiliki lokasi yang menarik, terletak di antara Cikasur menuju Cisentor dan Rawa Embek, mendekati puncak Rengganis. Keberadaannya yang terletak di jalur pendakian menambah dimensi mistis bagi gunung ini.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *