
Laga Pink Spiders vs Red Sparks di final pertama Liga Voli Putri Korea Selatan musim 2024-2025, sore ini, adu kekuatan Megawati dengan Kim Yeon-koung (KYK).
Grand final pertama Liga Voli Korea musim ini antara Pink Spiders vs Red Sparks berlangsung di Samsan Gymnasium, Incheon, Senin (31/3/2025) pukul 17.00 WIB.
Diketahui perebutan gelar juara Liga Voli Korea menggunakan sistem best of five, di mana tim yang memenangkan tiga laga lebih dulu berhak keluar sebagai yang terbaik.
Volimania Tanah Air mendoakan pevoli Nasional Megawati Hangestri bisa merengkuh gelar juara bersama Daejeon Jung Kwan Jang Red Sparks.
Meski begitu, Megawati mau tak mau harus merusak “The Last Dance” Kim Yeon-koung yang notabene-nya ialah idola pevoli asal Jember, Jawa Timur tersebut.
Jadwal Grand Final Voli Putri Korea
Senin (31/3/2025):
Pukul 17.00 WIB: Pink Spiders vs Red Sparks
Rabu (2/4/2025):
Pukul 17.00 WIB: Pink Spiders vs Red Sparks
Jumat (4/4/2025):
Pukul 17.00 WIB: Red Sparks vs Pink Spiders
Minggu (6/4/2025):
Pukul 12.00 WIB: Red Sparks vs Pink Spiders
Selasa (8/4/2025):
Pukul 17.00 WIB: Pink Spiders vs Red Sparks
Fakta Red Sparks ke Final
Fakta menarik dihasilkan Megawati Hangestri Pertiwi dan Daejeon Jung Kwan Jang Red Sparks setelah lolos ke grand final Liga Voli Putri Korea 2024/2025.
Kepastian Red Sparks berlaga di final dan berhak menantang Pink Spiders, diperoleh setelah menyingkirkan sang juara bertahan, Hyundai Hillstate dengan agregat akhir 2-1 di Suwon Gymnasium, Sabtu (29/3/2025).
Grand final Liga Voli Korea 2024/2025 menggunakan sistem best of five, di mana tim yang memenangkan 3 laga lebih dulu, dinyatakan keluar sebagai juara.
Menjungkapkan Pink Spiders jelas tak akan mudah. Tim identik warna jambon itu menjadi yang tersukses di sepanjang sejarah Liga Voli Putri Korea.
Belum lagi ini menjadi musim penutup Kim Yeon-koung, yang beberapa waktu lalu mengumumkan pensiunnya dari olahraga bola voli.
Hal ini secara tidak langsung menjadi ‘doping’ bagi skuat asuhan Marcello Abbondanza untuk tampil lebih dari 100 persen demi memberikan kado manis sebagai perpisahan dengan Kim Yeon-koung, yang juga dijuluki sebagai Ratu Voli Korea.
Tapi perlu diingat, ada rapor menarik menyoal langkah Megawati dan Red Sparks ke final.
Pertama, jika Red Sparks juara, maka Megawati Hangestri menjadi pevoli pertama Indonesia yang sukses kampiun di Liga Voli Korea.
Kedua, Megatron, julukan Megawati, juga akan dinisbatkan sebagai pevoli ASEAN kedua juara V-League Women Korea Volleyball, setelah Wipawee Srithong (Thailand) bersama Hyundai Hillstate musim lalu.
Dan yang paling mengagumkan, Megawati akan membantu catatan sensasional Red Sparks setiap kali berlaga di final.
Sekadar informasi, klub Merah Hitam ini sejak kali pertama liga voli divisi putri Korea digulirkan, baru tiga kali menyandang status sebagai juara.
Juara pertama diraih Red Sparks pada musim 2005, kemudian 2009/2010, dan terakhir 2011/2012. Dari ketiga momen juara tersebut, Red Sparks kala itu masih bernama Daejeon KGC.
Hebatnya, statistik menunjukkan bahwa Red Sparks selalu menjadi juara jika mereka lolos ke grand final.
Hal itu terbukti dari tiga gelar juara yang diraih. Ketiga musim itu menempatkan tim asal Kota Daejeon sebagai finalis, dan sukses mengonversikan menjadi trofi juara pada akhir musim.
Selebihnya, Red Sparks tidak pernah melenggang ke partai puncak. Dan setelah 13 tahun sejak terakhir kali mereka ke final lalu menjadi juara, Red Sparks pada musim ini kembali menatap asa yang sama.
Statistik Red Sparks selalu juara saat melangkah ke final memang bukan menjadi tolok ukur utama. Akan tetapi hal ini bisa jadi acuan bahwa mentalitas Red Sparks tidak bisa dipandang remeh setiap berlaga di grand final.
Layak dinantikan, apakah Megawati akan memperpanjang ‘tradisi’ tersebut dan mengukir sejarah baru. Atau untuk kali pertama, Daejeon JungKwanJang Red Sparks gagal juara ketika menapakkan kakinya di final.